Informasi Terkini

Pola Asuh Anak: Tidak Menyapih Dari Susu Botol

Pola Asuh Anak: Tidak Menyapih Dari Susu Botol
Pola Asuh Anak: Tidak Menyapih Dari Susu Botol
Perkembangan Balita - Kita masih sering menjumpai bahwa anak-anak masih mengedot susu botol meskipun usia mereka sudah usia sekolahan. Ini sebenarnya adalah kejadian yang tidak wajar lagi. Anak-anak seperti ini tentunya mendapatkan pola asuh yang salah dari orang tuanya.

Kebiasaan seperti ini harus dihentikan. Apa akibatnya bila kebisasaan ini tidak dihentikan? Cobalah simak informasi di bawah ini. 

TAKUT TAK MINUM SUSU
Umumnya, orang tua takut anak tak mau minum susu lagi kalau tdak dengan botolnya. Nah, karena merasa minum susu sangat penting, maka seolah-olah dampak buruk tidak segera menyapih anak dari botol susu dapat diabaikan. Bisa jadi pula orang tua sudah mencoba menyapih, tetapi karena anak terus merengek, akhirnya orang tua tak tahan dan lagi memberikan botol susunya.

DILEDEK TEMAN-TEMAN
Anak menyusu dari botol dapat ditoleransi hanya sampai sebelum usia 3 tahun. Lewat usia itu, kebiasaan seperti ini sudah harus dihentikan. Sebab, di usia selanjutnya anak sudah bergaul dengan lingkungan yang lebih luas, beberapa malah sudah masuk play group dan selanjutnya Taman Kanak-kanak (TK) sehingga bukan tak mungkin anak menjadi bahan ledekan teman-temannya, terlebih-lebih bila sudah masuk Sekolah Dasar (SD). 

MEMENGARUHI RASA PERCAYA DIRI
Ketergantungan pada botol susu yang terlalu lama mengakibatkan rasa kehilangan yang mendalam saat harus melepaskannya. Akibatnya anak merasa selalu ada yang kurang, tidak nyaman, sampai akhirnya mempengaruhi rasa percaya dirinya. Kehilangan benda kesayangannya ini membuat anak terus gelisah, rewel, sering ngambek, dan sebagainya. Makin lama ketergantungan ini dibiarkan, makin sulit untuk mengatasinya.

Untuk mengatasi persoalan di atas, ikutilah TIPS YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN ORANG TUA di bawah ini: 

BILA USIA ANAK SUDAH MENDEKATI DEALLINE (3 TAHUN:
  • Melatih anak minum susu dari gelas dengan penutup bermoncong.
  • Mengganti botol dengan gelas/mug yang berbentuk lucu atau yang bergambar film kartun sehingga bisa mengalihkan minat anak.
  • Memberikan reward meski sekedar pujian bila anak berhasil menghabiskan susunya dengan menggunakan gelas/mug.
  • Seminggu pertama lepas dari botol, mungkin saja minat minum susunya berkurang, tapi tak perlu khawatir. Usia 3 tahun ke atas, anak sudah mendapatkan makanan tambahan sehingga tak perlu takut kehilangan asupan gizi akibat komsumsi susu yang berkurang. 
BILA ANAK SUDAH MASUK PLAY GROUP ATAU TAMAN KANAK-KANAK (TK):
  • Biarkan botol atau dotnya sampai jelek, kalau perlu sampai rusak dan jangan diganti dengan yang baru sehingga lama-kelamaan anak jadi enggan menggunakan botal atau dotnya lagi.
  • Berikan contoh langsung dari lingkungan terdekat, seperti teman atau saudaranya yang berhasil lepas dari botal.
  • Modifikasikan menu makanan anak dengan makanan berserat tinggi sehingga kebutuhan komsumsi susunya berkurang. 
BILA ANAK SUDAH SEKOLAH:
  • Sikap tegas orang tua sangat dibutuhkan di usia ini. Bila perlu, buang botolnya sehingga anak tak bisa menggunakannya lagi.
  • Coba tawarkan susu dalam kemasan yang banyak dijual untuk mengganti susu yang biasa diminum dengan botol. 
  • Bila di usia sebelumnyua pujian atau reward diberikan, di usia ini bisa ditambah dengan hukuman. Contohnya anak masih minum susu dengan botolnya secara sembunyi-sembunyi, orang tua dapat mengurangi  jatah nonton teve atau kesenangan lainnya sesuai kesepakatan bersama.
Nah, para pembaca Perkembangan Balita, dengan adanya referensi di atas, kami berharap ini bisa membantu Anda dalam pola asuh anak yang benar. Terima kasih.


1 Response to "Pola Asuh Anak: Tidak Menyapih Dari Susu Botol"

  1. pada poin diledek temen-temen anakku usia 5,5 tahun masih ngedot kalau mau bubuk, kalau siang mah dia udah gengsi sama temen-temennya, dipancing nyusunya pake gelas, malah ngambek coba?

    ReplyDelete